Minggu, 28 November 2010

Sayang jangan pulang terlalu petang
Banyak perempuan jalang haus lanang
Banyak lelaki garang yang berparang
Aku tak mau nyawamu melayang
Jauhilah sudut-sudut hitam pekat.
Disitulah sembunyi malaikat jahat
Nyawaku jadi terasa begitu berat
Takut kau tergoda berbuat maksiat
Doaku panjang saat petang datang
Dadaku tak kunjung terasa lapang
Di beranda kunantikan kau pulang
Ayo pacu motormu lebih kencang
Petang selalu menebar banyak jerat
Segalanya jadi tampak begitu dahsyat
Tapi sayang mereka semua penjahat
Kumohon jangan berbuat nekat
Semua godaan berpesta saat petang
Mereka bernyanyi menari telanjang
Semua hanya mau jadi pemenang
Dan manusia selalu jadi pecundang

sRimra28

Ini masalah kuasa, alibimu berharga
Kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?
Kau tak berubah, selalu mencari celah
Lalu smakin parah, tak ada jalan tengah

Jelas kalau kami marah, kamu dipercaya susah
Pantas kalau kami resah, sebab argumenmu payah

Kamu ciderai janji, luka belum terobati

(Janjimu, pelan-pelan akan menelanmu...)
Kamu ciderai janji, luka belum terobati
Kami tak mau dibeli, kami tak bisa dibeli

Ini mosi tidak percaya, jangan anggap kami tak berdaya
Ini mosi tidak percaya, kami tak mau lagi diperdaya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger